Isnin, 14 Oktober 2013

Menjawab Abu Zulfiqar - 3.2 (Masjidilharam)

بسم الله الرحمن الرحيم
الصلاة والسلام على النبي الأمين وآله الطاهرين وإخوانه من الأنبياء والمرسلين 
ومن والاهم إلى يوم الدين ولا أفرق بين أحد من رسل وأنا من المسلمين


ٍSalam sejahtera kepada para pembaca sekalian, kaumku yang dirahmati Allah SWT. Pada bahagian ini, Abu Zulfiqar mempersoalkan sesuatu yang sebenarnya khusus dialami oleh saudara kita Abdul Aziz Muhammad Nasir, di mana dalam hal ini kita tidak berhak menghukum sesuatu visi atau mimpi yang khusus hanya dialami oleh hamba-hamba pilihan Allah. Kita tidak boleh langsung membenarkannya atau mendustakannya, melainkan ada bukti nyata dari Al-Qur'an yang mulia.

 الرؤية تخص صاحبها ولاتبنى عليها أحكام الشرعية  

Apa yang layak dilakukan adalah mengambil i'tibar dan pelajaran, dengan melihat secara holistik terhadap visi atau mimpi yang dialami dan diceritakan, lebih-lebih lagi dari kalangan muhaddatsun, adakah tujuan utamanya sesuatu yang haq ataukah batil. Jika ianya haq, maka ambillah pelajaran dan peringatan, jika batil tinggalkan kerana ia dengan sendirinya tidak sanggup dan tidak layak berdamping dengan yang haq, maka yang batil akan lenyap. 

Sepatutnya kita memperhatikan apakah pesan-pesan penting dari penceritaan pengalaman spiritual ini, yang sesungguhnya hanyalah PERINGATAN bagi manusia seluruhnya. Ingat pesan Rasulullah SAW, mimpi orang yang beriman adalah bahagian dari nubuwwah. Sebab itulah apa yang dialami oleh saudara Abdul Aziz Muhammad Nasir Al-Makki, sebahagian besarnya 
TELAH MENJADI KENYATAAN, 
kerana tiada sesiapa yang dapat menafikan kejadian tsunami 2004 benar-benar terjadi. 

Bahkan Abdul Aziz sebelumnya telah menyatakan visi-visi yang diperlihatkan padanya di Masjidil Haram, di hadapan petugas-petugas Baitullah, hingga dia dianggap tidak siuman lalu kerana terus-menerus memberi peringatan dan memberi tahu bahawa umat manusia berada di zaman tanda-tanda besar kebangkitan, maka kejadian ini telah meresahkan dan membingungkan pemerintah Saudi, hingga mereka akhirnya membuat keputusan mengembalikannya ke Lombok, Indonesia.
Abdul Aziz tidak kemasukan jin dan dia juga tidak gila. Dia DIPILIH UNTUK MEMBERITAKAN PERKARA INI KEPADA DUNIA, MAKA DIA MENERIMANYA DI MAKKAH.


Apa yang menakutkan adalah tentang Kaukabun Naar -Planet Api-yang dilihatnya sedang menuju bumi dan semakin mendekat membuat dunia semakin bahang, aku berdoa agar wilayah Nusantara dan wilayah-wilayah yang majoritinya adalah kaum muslimin ini, dilindungi dan dipelihara Allah dari bencana-bencana akhir zaman. Juga PENTING untuk diperhatikan, Abdul Aziz telah pun menemukan IMAM MAHDI yang dijanjikan akan datang dan menafsirkan dengan tepat dari Al-Qur'an, terhadap apa yang diperlihatkan padanya dalam visi-visinya. Inilah yang menyebabkan beliau bersegera menyambut seruan Imam Nasser Mohammed Al-Yamani dan berkeyakinan penuh bahawa dia adalah IMAM MAHDI, dan terus membai'ahnya dan membantunya hingga ke saat ini.

 الرؤية تخص صاحبها ولاتبنى عليها أحكام الشرعية  

Visi dan mimpi yang diperlihatkan pada seseorang itu, adalah khusus bagi yang dirinya. Tidak dibangun hukum-hukum syar'i berdasarkan pada visi atau mimpi tersebut.

Jadi, kita perlu mendengarkan dan memperhatikan, apakah pesan-pesannya merupakan pesan yang haq atau yang batil. Ternyata dan jelas sekali apa yang dialami oleh saudara Abdul Aziz, merupakan sesuatu yang HAQ, kerana apa yang diperlihatkan padanya, bukanlah bisikan atau tipuan syaitan jinn, dan 
SEBAHAGIAN BESARNYA 
TELAH TERJADI DAN TERBUKTI
Abdul Aziz juga telah berjaya menemukan IMAM yang dijanjikan, dan kata kunci utama dalam pesan kebenaran itu adalah
AL-QIYAMAH
(takkanlah yang batil mahu menyeru kepada yang haq, 
seperti dugaan encik amsyari yang buta perpuluhan ini)


Firman Allah


أعوذ بالله من الشيطان الرجيم 

قُلْ هَلْ مِنْ شُرَكَائِكُمْ مَنْ يَهْدِي إِلَى الْحَقِّ قُلِ اللَّهُ يَهْدِي لِلْحَقِّ أَفَمَنْ يَهْدِي إِلَى الْحَقِّ أَحَقُّ أَنْ يُتَّبَعَ أَمْ مَنْ لَا يَهِدِّي إِلَّا أَنْ يُهْدَى فَمَا لَكُمْ كَيْفَ تَحْكُمُونَ (35) وَمَا يَتَّبِعُ أَكْثَرُهُمْ إِلَّا ظَنًّا إِنَّ الظَّنَّ لَا يُغْنِي مِنَ الْحَقِّ شَيْئًا إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِمَا يَفْعَلُونَ (36)
 Katakanlah: "Apakah di antara sekutu-sekutumu ada yang menunjuki kepada kebenaran?" Katakanlah: "Allah-lah yang menunjuki kepada kebenaran". Maka apakah orang-orang yang menunjuki kepada kebenaran itu lebih berhak diikuti ataukah orang yang tidak dapat memberi petunjuk kecuali [bila] diberi petunjuk? Mengapa kamu [berbuat demikian]? Bagaimanakah kamu mengambil keputusan? (35) Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran . Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.
QS-10:35-36

Lalu pemfitnah ini ragu dan mengingkari kisah ini, lantas mendustakannya tanpa bertanya kepada yang ahli, tanpa memikirkan sama sekali, dia memang bukan kalangan ulul albab, tetapi kalangan pemfitnah yang SUKA MENCARI-CARI KESALAHAN, mengintai-intai PELUANG untuk dia memfitnah, agar dia disebut-sebut sebagai pejuang ASWJ, 
Jika benar dia pejuang ASWJ, sambutlah seruan Al-Mahdi untuk kembali berhukum dengan Kitabullah, dan melaksanakan Islam secara menyeluruh. 


Kerana itu aku tidak teragak-agak mengatakan dirinya adalah pemfitnah, pendusta lagi suka kemasyhuran, dengan menuduh serta menghina seseorang yang telah dipilih Allah SWT, hanya kerana ilmu pengetahuannya belum dapat meliputi apa yang di alami oleh saudara Abdul Aziz Muhammad Nasir.

Alaa la'natullaahi 'aladz dzoolimiin


Padahal sepatutnya kita yang awam ini mengatakan seperti perkataan orang beriman yang terdapat pada firman Allah surah Mu'min ayat 40

أعوذ بالله من الشيطان الرجيم 

 وَقَالَ رَجُلٌ مُؤْمِنٌ مِنْ آَلِ فِرْعَوْنَ يَكْتُمُ إِيمَانَهُ أَتَقْتُلُونَ رَجُلًا أَنْ يَقُولَ رَبِّيَ اللَّهُ وَقَدْ جَاءَكُمْ بِالْبَيِّنَاتِ مِنْ رَبِّكُمْ وَإِنْ يَكُ كَاذِبًا فَعَلَيْهِ كَذِبُهُ وَإِنْ يَكُ صَادِقًا يُصِبْكُمْ بَعْضُ الَّذِي يَعِدُكُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ مُسْرِفٌ كَذَّابٌ (28)
Dan seorang laki-laki yang beriman di antara pengikut-pengikut Fir’aun yang menyembunyikan imannya berkata: "Apakah kamu akan membunuh seorang laki-laki karena dia menyatakan: "Tuhanku ialah Allah, padahal dia telah datang kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan dari Tuhanmu. Dan jika ia seorang pendusta maka dialah yang menanggung [dosa] dustanya itu; dan jika ia seorang yang benar niscaya sebagian [bencana] yang diancamkannya kepadamu akan menimpamu". Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang melampaui batas lagi pendusta. (28)

Ayat-ayat Al-Qur'an sesungguhnya mengandungi pelbagai pelajaran dan teladan bagi ulul albab, berhubungan  dengan ayat ini selayaknya kita mengatakan yang serupa semisal

إن كان كاذبا فعليه كذبه
وإن كان صادقا يوصبكم
بعض الذي يعدكم

Jika dia berdusta, maka dialah yang akan menanggung kedustaannya dan sekiranya dia benar, maka sebahagian
yang diancamkan kepada kalian akan menimpa kalian


Ternyata dan terbukti bahawa SEBAHAGIAN BESAR dari perkara-perkara yang dinyatakan Abdul Aziz telah menjadi kenyataan. Lalu mengapa ada seseorang yang tetap berdegil setelah datang keterangan padanya, adakah kerana memperjuangkan kebenaran yang diyakininya atau kerana keegoan, kesombongan dan kebodohan dirinya, yang boleh menyebabkan dirinya menyesatkan banyak orang dengan tulisan-tulisannya? 



Demikianlah pembaca yang dirahmati Allah sekalian, sebahagian besar dari apa yang diperlihatkan pada saudara Abdul Aziz telah menjadi kenyataan, apakah kalian mahu menunggu kedatangan Planet Api, yang melintas dari arah kutub selatan  membakar hanguskan dan menghuru-harakan penduduk bumi, lalu makhluk Yakjuj Makjuj dari berbagai keturunan datang menggerogoti kalian, baru kemudian kalian mahu mengatakan 
DIA BENAR, DIA BENAR, DIA ADALAH AL-MAHDI, 
ketika itu tiada siapa yang dapat membantu kalian kecuali 
ALLAH SWT. 

Akan tetapi sebelum ini, ada seseorang yang bernama Abu Zulfiqar telah BERSUMPAH MENGATAKAN ITU BUKAN ALLAH, dan dia giat menulis tuduhan dan penghinaan terhadap IMAM dan pembantu utamanya dari timur pilihan Allah, hingga menyesatkan banyak orang. Jika demikian, bagaimana menurut kalian, 
Allah SWT akan mengampuninya atau MENIMPAKAN AZAB padanya?

Firman Allah SWT
أعوذ بالله من الشيطان الرجيم
 إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَالَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآَخِرَةِ قُلُوبُهُمْ مُنْكِرَةٌ وَهُمْ مُسْتَكْبِرُونَ (22) لَا جَرَمَ أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْتَكْبِرِينَ (23) وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ مَاذَا أَنْزَلَ رَبُّكُمْ قَالُوا أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ (24) لِيَحْمِلُوا أَوْزَارَهُمْ كَامِلَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَمِنْ أَوْزَارِ الَّذِينَ يُضِلُّونَهُمْ بِغَيْرِ عِلْمٍ أَلَا سَاءَ مَا يَزِرُونَ (25) قَدْ مَكَرَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَأَتَى اللَّهُ بُنْيَانَهُمْ مِنَ الْقَوَاعِدِ فَخَرَّ عَلَيْهِمُ السَّقْفُ مِنْ فَوْقِهِمْ وَأَتَاهُمُ الْعَذَابُ مِنْ حَيْثُ لَا يَشْعُرُونَ (26)
QS-16:22-26

Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Maka orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, hati mereka mengingkari [Allah], sedangkan mereka sendiri adalah orang-orang yang sombong. (22) Tidak diragukan lagi bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong. (23) Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Apakah yang telah diturunkan Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Dongeng-dongengan orang-orang dahulu". (24) [ucapan mereka] menyebabkan mereka memikul dosa-dosanya dengan sepenuh-penuhnya pada hari kiamat, dan sebahagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun [bahwa mereka disesatkan]. Ingatlah, amat buruklah dosa yang mereka pikul itu. (25) Sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka telah mengadakan makar, maka Allah menghancurkan rumah-rumah mereka dari fondasinya, lalu atap [rumah itu] jatuh menimpa mereka dari atas, dan datanglah azab itu kepada mereka dari tempat yang tidak mereka sadari. (26)

dan firmanNya

 أَفَأَمِنَ الَّذِينَ مَكَرُوا السَّيِّئَاتِ أَنْ يَخْسِفَ اللَّهُ بِهِمُ الْأَرْضَ أَوْ يَأْتِيَهُمُ الْعَذَابُ مِنْ حَيْثُ لَا يَشْعُرُونَ (45) أَوْ يَأْخُذَهُمْ فِي تَقَلُّبِهِمْ فَمَا هُمْ بِمُعْجِزِينَ (46) أَوْ يَأْخُذَهُمْ عَلَى تَخَوُّفٍ فَإِنَّ رَبَّكُمْ لَرَءُوفٌ رَحِيمٌ (47) 
QS-16:45-47

Maka apakah orang-orang yang membuat makar yang jahat itu, merasa aman [dari bencana] ditenggelamkannya bumi oleh Allah bersama mereka, atau datangnya azab kepada mereka dari tempat yang tidak mereka sadari, (45) atau Allah mengazab mereka di waktu mereka dalam perjalanan, maka sekali-kali mereka tidak dapat menolak [azab itu], (46) atau Allah mengazab mereka dengan berangsur-angsur [sampai binasa]. Maka sesungguhnya Tuhanmu adalah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. (47)

dan lagi di surah Al-Kahfi 
وَمَا مَنَعَ ٱلنَّاسَ أَن يُؤۡمِنُوٓاْ إِذۡ جَآءَهُمُ ٱلۡهُدَىٰ وَيَسۡتَغۡفِرُواْ رَبَّهُمۡ إِلَّآ أَن تَأۡتِيَہُمۡ سُنَّةُ ٱلۡأَوَّلِينَ أَوۡ يَأۡتِيَہُمُ ٱلۡعَذَابُ قُبُلاً۬ (٥٥) وَمَا نُرۡسِلُ ٱلۡمُرۡسَلِينَ إِلَّا مُبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ‌ۚ وَيُجَـٰدِلُ ٱلَّذِينَ ڪَفَرُواْ بِٱلۡبَـٰطِلِ لِيُدۡحِضُواْ بِهِ ٱلۡحَقَّ‌ۖ وَٱتَّخَذُوٓاْ ءَايَـٰتِى وَمَآ أُنذِرُواْ هُزُوً۬ا (٥٦) وَمَنۡ أَظۡلَمُ مِمَّن ذُكِّرَ بِـَٔايَـٰتِ رَبِّهِۦ فَأَعۡرَضَ عَنۡہَا وَنَسِىَ مَا قَدَّمَتۡ يَدَاهُ‌ۚ إِنَّا جَعَلۡنَا عَلَىٰ قُلُوبِهِمۡ أَڪِنَّةً أَن يَفۡقَهُوهُ وَفِىٓ ءَاذَانِہِمۡ وَقۡرً۬ا‌ۖ وَإِن تَدۡعُهُمۡ إِلَى ٱلۡهُدَىٰ فَلَن يَہۡتَدُوٓاْ إِذًا أَبَدً۬ا (٥٧) وَرَبُّكَ ٱلۡغَفُورُ ذُو ٱلرَّحۡمَةِ‌ۖ لَوۡ يُؤَاخِذُهُم بِمَا ڪَسَبُواْ لَعَجَّلَ لَهُمُ ٱلۡعَذَابَ‌ۚ بَل لَّهُم مَّوۡعِدٌ۬ لَّن يَجِدُواْ مِن دُونِهِۦ مَوۡٮِٕلاً۬ (٥٨) وَتِلۡكَ ٱلۡقُرَىٰٓ أَهۡلَكۡنَـٰهُمۡ لَمَّا ظَلَمُواْ وَجَعَلۡنَا لِمَهۡلِكِهِم مَّوۡعِدً۬ا (٥٩)
QS-18:55-59

Dan tidak ada sesuatupun yang menghalangi manusia dari beriman, ketika petunjuk telah datang kepada mereka, dan memohon ampun kepada Tuhannya, kecuali [keinginan menanti] datangnya hukum [Allah yang telah berlaku pada] umat-umat yang dahulu atau datangnya azab atas mereka dengan nyata. (55) Dan tidaklah Kami mengutus rasul-rasul melainkan sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan; tetapi orang-orang yang kafir membantah dengan yang bathil agar dengan demikian mereka dapat melenyapkan yang hak, dan mereka menganggap ayat-ayat Kami dan peringatan-peringatan terhadap mereka sebagai olok-olokkan. (56) Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat dari Tuhannya lalu dia berpaling daripadanya dan melupakan apa yang telah dikerjakan oleh kedua tangannya? Sesungguhnya Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka, [sehingga mereka tidak] memahaminya, dan [Kami letakkan pula] sumbatan di telinga mereka; dan kendatipun kamu menyeru mereka kepada petunjuk, niscaya mereka tidak akan mendapat petunjuk selama-lamanya, (57) Dan Tuhanmulah Yang Maha Pengampun, lagi mempunyai rahmat. Jika Dia mengazab mereka karena perbuatan mereka, tentu Dia akan menyegerakan azab bagi mereka. Tetapi bagi mereka ada waktu yang tertentu [untuk mendapat azab] yang mereka sekali-kali tidak akan menemukan tempat berlindung daripadanya. (58) Dan [penduduk] negeri itu telah Kami binasakan ketika mereka berbuat zalim, dan telah Kami tetapkan waktu tertentu bagi kebinasaan mereka. (59)

dan firman Allah di dalam surah Az-Zumar

ٱللَّهُ نَزَّلَ أَحۡسَنَ ٱلۡحَدِيثِ كِتَـٰبً۬ا مُّتَشَـٰبِهً۬ا مَّثَانِىَ تَقۡشَعِرُّ مِنۡهُ جُلُودُ ٱلَّذِينَ يَخۡشَوۡنَ رَبَّہُمۡ ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمۡ وَقُلُوبُهُمۡ إِلَىٰ ذِكۡرِ ٱللَّهِ‌ۚ ذَٲلِكَ هُدَى ٱللَّهِ يَہۡدِى بِهِۦ مَن يَشَآءُ‌ۚ وَمَن يُضۡلِلِ ٱللَّهُ فَمَا لَهُ ۥ مِنۡ هَادٍ (٢٣) أَفَمَن يَتَّقِى بِوَجۡهِهِۦ سُوٓءَ ٱلۡعَذَابِ يَوۡمَ ٱلۡقِيَـٰمَةِ‌ۚ وَقِيلَ لِلظَّـٰلِمِينَ ذُوقُواْ مَا كُنتُمۡ تَكۡسِبُونَ (٢٤) كَذَّبَ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡ فَأَتَٮٰهُمُ ٱلۡعَذَابُ مِنۡ حَيۡثُ لَا يَشۡعُرُونَ (٢٥) فَأَذَاقَهُمُ ٱللَّهُ ٱلۡخِزۡىَ فِى ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا‌ۖ وَلَعَذَابُ ٱلۡأَخِرَةِ أَكۡبَرُ‌ۚ لَوۡ كَانُواْ يَعۡلَمُونَ (٢٦)

 Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik [yaitu] Al Qur’an yang serupa [mutu ayat-ayatnya] lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada seorangpun pemberi petunjuk baginya. (23) Maka apakah orang-orang yang menoleh dengan mukanya menghindari azab yang buruk pada hari kiamat [sama dengan orang mu’min yang tidak kena azab]? Dan dikatakan kepada orang-orang yang zalim: "Rasakanlah olehmu balasan apa yang telah kamu kerjakan". (24) Orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan [rasul-rasul], maka datanglah kepada mereka azab dari arah yang tidak mereka sangka. (25) Maka Allah merasakan kepada mereka kehinaan pada kehidupan dunia. Dan sesungguhnya azab pada hari akhirat lebih besar kalau mereka mengetahui. (26) 

صدق الله العظيم

MAHA BENAR ALLAH DENGAN SEGALA FIRMAN-NYA
ٍ
Pada hari yang dijanjikan itu penulis tidak tahu bagaimana dan tidak terbayangkan dahsyatnya AZAB ALLAH yang disegerakan di dunia sebagai penghinaan kepada para pendusta dan orang-orang sombong, yang berpaling dari menyahut seruan orang yang menyeru kembali berhukum dengan KITABULLAH. Semoga Allah menyelamatkan hamba-hamba-Nya yang membenarkan utusan-utusan pilihan Allah.

Lihat penulisan ini, sudah terang lagi bersuluh. Orang dengki memang begitu, sengaja mencari-cari 'kesalahan'. Padahal telah nyata terbukti apa yang diceritakan oleh Abdul Aziz.

3.2 Abdul Aziz Lihat Masjidil Haram Yang Mana?

3.2 MALAM MASJIDIL HARAM
Ketika diri Abdul Aziz dimasuki oleh sesuatu (yang kemudiannya diyakininya sebagai Allah) di Makkah, dia berlari ke Masjidil Haram pada pukul 1 pagi untuk mendapatkan bantuan, tetapi tidak ada sesiapa di Masjidil Haram ketika itu. Benarkah di Masjidl Haram TIDAK ADA SEORANG MANUSIA PUN pada pukul 1 pagi?

Para pembaca  yang pernah pergi ke Makkah di luar musim haji tentu tahu suasana tengah malam di Masjidil Haram.

Saya memandang bahagian ini mengurangkan kemungkinan Abdul Aziz sebagai Pemuda Bani Tamim.

Lihat bagaimana dia memfitnah dan menyebarkan keterangan-keterangan penuh dusta dan tuduhan tidak berasas. 

Kalau engkau menyangka dirimu benar wahai Amsyari, pergi debat Imam Nasser dengan bahasa arab, bukan memfitnahnya dengan bahasa Melayu lalu engkau 'persembahkan' fitnahmu di internet lebih dari setahun, menyebabkan orang-orang Melayu lain yang tidak memikirkan perkataan dan mengikuti yang terbaik dari yang baik, telah termakan fitnahmu dan mereka mengejek, membenci serta me'mangkah', mencemarkan gambar
Imam Mahdi Nasser Mohammed Al-Yamani
beserta pembantu kanannya dari timur
Abdul Aziz Muhammad Nasir Al-Makki


Sila pembaca sekalian baca teks lengkap yang menceritakan point ini


"Di tengah-tengah mimpinya ada Sesuatu Yang Masuk Ke Dalam Dirinya dan sangat terasa di bagian dadanya, dan dia sangat merasakan sakit yang amat sangat dan sesuatu yang masuk ke dalam dirinya berkata-kata dalam hatinya dengan melafazkan kata: “Alqiyamah, Alqiyamah, Alqiyamah”. Saat yang sangat mengejutkan sampai ia terbangun dari tidurnya Sesuatu Yang Masuk Ke Dalam Dirinya tidak berhenti berkata-kata dengan lafazh sebagaimana yang dia dapati dalam mimpi, dan masih terasa sangat sakit. 



Karena begitu sakitnya dia pun berteriak sambil berlari dan menuju Masjidil Haram untuk mencari seseorang (salah satu di antara Ulama) agar dia dapat menanyakan gerangan apa yang masuk ke dalam dirinya karena ia menyangka yang memasukinya adalah Jin. Namun kala itu karena sudah tengah malam (kira-kira di jam 1) tidak satu pun orang yang didapatinya dalam Masjidil Haram, kemudian dia keluar dan terus berlari untuk pulang ke rumahnya dengan jarak kira-kira 2000 meter di sebelah barat Masjidil Haram."
-sumber-


Wahai pembaca yang dirahmati Allah, dalam keadaan terperanjat dan kesakitan yang amat sangat, disebabkan mimpi yang kemudian terkejut terjaga dan panik kerana perkara ini benar-benar realiti bukan mimpi, pastilah kalian dapat membayangkan ketika dia berlari-lari mencari seseorang dari kalangan ulama, tentu dia hanya fokus pada pencariannya. Ingat, Abdul Aziz Muhammad Nasir LAHIR DI MAKKAH, dia tahu betul SIAPA ORANG LUAR dan SIAPA ORANG DALAM di situ. Pasti ramai orang di situ akan tetapi kebanyakannya tamu-tamu Allah, bukan individu yang dapat membantunya, tentulah dia mengatakan tiada seorangpun.


Ini kata-kataku untukmu Encik Amsyari, dari penulisan-penulisanmu aku mengetahui bahawa dirimu adalah pengingkar yang nyata lagi penuh nista dan dusta, tergesa-gesa kerana ingin terkenal supaya dikatakan orang anda adalah "ORANG HEBAT YANG PALING CEPAT DAN BERJAYA MENGESAN AJARAN-AJARAN SESAT DI MALAYSIA". 
Bahkan sejak awal engkau telah berbuat dzalim.


Ingat firman Allah SWT
أعوذ بالله من الشيطان الرجيم
إِنَّا لَنَنْصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِينَ آَمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ يَقُومُ الْأَشْهَادُ (51)
يَوْمَ لَا يَنْفَعُ الظَّالِمِينَ مَعْذِرَتُهُمْ وَلَهُمُ اللَّعْنَةُ وَلَهُمْ سُوءُ الدَّارِ (52)
Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi [ hari kiamat], (51) [yaitu] hari yang tidak berguna bagi orang-orang zalim permintaan ma’afnya dan bagi merekalah la’nat dan bagi merekalah tempat tinggal yang buruk. (52)
QS-40:51-52


وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَى عَلَى اللَّهِ كَذِبًا أُولَئِكَ يُعْرَضُونَ عَلَى رَبِّهِمْ وَيَقُولُ الْأَشْهَادُ هَؤُلَاءِ الَّذِينَ كَذَبُوا عَلَى رَبِّهِمْ أَلَا لَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الظَّالِمِينَ (18) الَّذِينَ يَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَيَبْغُونَهَا عِوَجًا وَهُمْ بِالْآَخِرَةِ هُمْ كَافِرُونَ (19)
أُولَئِكَ لَمْ يَكُونُوا مُعْجِزِينَ فِي الْأَرْضِ وَمَا كَانَ لَهُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ مِنْ أَوْلِيَاءَ يُضَاعَفُ لَهُمُ الْعَذَابُ مَا كَانُوا يَسْتَطِيعُونَ السَّمْعَ وَمَا كَانُوا يُبْصِرُونَ (20)
 Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah? Mereka itu akan dihadapkan kepada Tuhan mereka dan para saksi akan berkata: "Orang-orang inilah yang telah berdusta terhadap Tuhan mereka". Ingatlah, kutukan Allah [ditimpakan] atas orang-orang yang zalim. (18) [yaitu] orang-orang yang menghalangi [manusia] dari jalan Allah dan menghendaki [supaya] jalan itu bengkok. Dan mereka itulah orang-orang yang tidak percaya akan adanya hari akhirat. (19) Orang-orang itu tidak mampu menghalang-halangi Allah untuk [mengazab mereka] di bumi ini, dan sekali-kali tidak adalah bagi mereka penolong selain Allah. Siksaan itu dilipat gandakan kepada mereka. Mereka selalu tidak dapat mendengar [kebenaran] dan mereka selalu tidak dapat melihat [nya]. (20)



Untuk itu, tidak boleh tidak encik Amsyari, tidak cukup dengan semata mata bertaubat kepada Allah, lalu dimasa yang sama engkau biarkan fitnahmu untuk dibaca oleh orang-orang.

Bertaubat-lah kepada Allah SWT dari ketergesaanmu dan kelalaianmu sebelum engkau membuat "Pernyataan" sebagai tebusan atas fitnah yang telah engkau sebarkan, kemudian berdebatlah dengan benar di forum, atau engkau boleh membantu kami menerjemahkan atau menyebarkan bayan Imam.





Sesungguhnya 
Tuhanku Maha Menerima taubat lagi 
Maha Mengasihani.







سلام على المرسلين والحمد لله رب العالمين








10 Dzulhijjah 1434
15 Oktober 2013










sebelumnya                                                      seterusnya










Tiada ulasan:

Catat Ulasan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Wahai kaumku yang dirahmati Allah SWT,
tiadalah seseorang menulis melainkan di sisinya ada malaikat pencatat yang setia..
Maka tulislah demi keredhaan Tuhanmu, demi kebenaran sejati yang dititipkanNya padamu untuk dinyatakan...