Selasa, 15 Oktober 2013

Menjawab Abu Zulfiqar - 3.7 (Taqlid Buta)



بسم الله الرحمن الرحيم
الصلاة والسلام على النبي الكريم وعلى آله الطيبين الطاهرين وعلى من نصرهم والاهم من الأولين والآخرين الإمام المهدي ناصر محمد اليماني
وأنصاره السابقين الأخيار من كل جهة إلى يوم الدين ولانفرق بين أحد من المرسلين 
وما نحن من المشركين

Salam sejahtera kepada para pembaca, dari kalangan pencari kebenaran, yang mahu mendengarkan perkataan, lalu kemudian memilih yang terbaik dari yang baik. Dan tiadalah yang lebih baik perkataannya kecuali Allah SWT. Kitabullah Al-Qur'an, pemisah haq dan batil, penegak mizan dan sumber kehidupan rohani dan jasmani. Semoga Allah merahmati dan memelihara hamba-hambaNya yang menjadikan Al-Qur'an yang tiada keraguan padanya, sebagai sumber pertama rujukan mereka
Tibyaanan li kulli syai'in. Maha Suci DZAT yang telah meninggikan suatu kaum dengan KALAM-Nya dan merendahkan kaum yang lain dengannya.

Firman Allah SWT

Surah Al-Hasyr

أعوذ بالله من الشيطان الرجيم

لَوۡ أَنزَلۡنَا هَـٰذَا ٱلۡقُرۡءَانَ عَلَىٰ جَبَلٍ۬ لَّرَأَيۡتَهُ ۥ خَـٰشِعً۬ا مُّتَصَدِّعً۬ا مِّنۡ خَشۡيَةِ ٱللَّهِ‌ۚ وَتِلۡكَ ٱلۡأَمۡثَـٰلُ نَضۡرِبُہَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمۡ يَتَفَكَّرُونَ (٢١) هُوَ ٱللَّهُ ٱلَّذِى لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ‌ۖ عَـٰلِمُ ٱلۡغَيۡبِ وَٱلشَّهَـٰدَةِ‌ۖ هُوَ ٱلرَّحۡمَـٰنُ ٱلرَّحِيمُ (٢٢) هُوَ ٱللَّهُ ٱلَّذِى لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلۡمَلِكُ ٱلۡقُدُّوسُ ٱلسَّلَـٰمُ ٱلۡمُؤۡمِنُ ٱلۡمُهَيۡمِنُ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡجَبَّارُ ٱلۡمُتَڪَبِّرُ‌ۚ سُبۡحَـٰنَ ٱللَّهِ عَمَّا يُشۡرِڪُونَ (٢٣) هُوَ ٱللَّهُ ٱلۡخَـٰلِقُ ٱلۡبَارِئُ ٱلۡمُصَوِّرُ‌ۖ لَهُ ٱلۡأَسۡمَآءُ ٱلۡحُسۡنَىٰ‌ۚ يُسَبِّحُ لَهُ ۥ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِ‌ۖ وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ
  
Kalau sekiranya Kami menurunkan Al Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir. (21) Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan [yang berhak disembah] selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (22) Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan [yang berhak disembah] selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. (23) Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (24)


Dan firman-Nya dalam surah Al-Baqarah



أعوذ بالله من الشيطان الرجيم
 يُؤۡتِى ٱلۡحِڪۡمَةَ مَن يَشَآءُ‌ۚ وَمَن يُؤۡتَ ٱلۡحِڪۡمَةَ فَقَدۡ أُوتِىَ خَيۡرً۬ا ڪَثِيرً۬ا‌ۗ وَمَا يَذَّڪَّرُ إِلَّآ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَـٰبِ (٢٦٩)

Allah menganugerahkan al hikmah [kepahaman yang dalam tentang Al Qur’an dan As Sunnah] kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa yang dianugerahi al hikmah itu, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran [dari firman Allah]. (269)

dan firman-Nya surah Al-Anfal


أعوذ بالله من الشيطان الرجيم
إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ يُنفِقُونَ أَمۡوَٲلَهُمۡ لِيَصُدُّواْ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ‌ۚ فَسَيُنفِقُونَهَا ثُمَّ تَكُونُ عَلَيۡهِمۡ حَسۡرَةً۬ ثُمَّ يُغۡلَبُونَ‌ۗ وَٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ إِلَىٰ جَهَنَّمَ يُحۡشَرُونَ (٣٦) لِيَمِيزَ ٱللَّهُ ٱلۡخَبِيثَ مِنَ ٱلطَّيِّبِ وَيَجۡعَلَ ٱلۡخَبِيثَ بَعۡضَهُ ۥ عَلَىٰ بَعۡضٍ۬ فَيَرۡڪُمَهُ ۥ جَمِيعً۬ا فَيَجۡعَلَهُ ۥ فِى جَهَنَّمَ‌ۚ أُوْلَـٰٓٮِٕكَ هُمُ ٱلۡخَـٰسِرُونَ (٣٧) قُل لِّلَّذِينَ ڪَفَرُوٓاْ إِن يَنتَهُواْ يُغۡفَرۡ لَهُم مَّا قَدۡ سَلَفَ وَإِن يَعُودُواْ فَقَدۡ مَضَتۡ سُنَّتُ ٱلۡأَوَّلِينَ (٣٨)وَقَـٰتِلُوهُمۡ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتۡنَةٌ۬ وَيَڪُونَ ٱلدِّينُ ڪُلُّهُ ۥ لِلَّهِ‌ۚ فَإِنِ ٱنتَهَوۡاْ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِمَا يَعۡمَلُونَ بَصِيرٌ۬ (٣٩) وَإِن تَوَلَّوۡاْ فَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ مَوۡلَٮٰكُمۡ‌ۚ نِعۡمَ ٱلۡمَوۡلَىٰ وَنِعۡمَ ٱلنَّصِيرُ (٤٠) ۞ وَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّمَا غَنِمۡتُم مِّن شَىۡءٍ۬ فَأَنَّ لِلَّهِ خُمُسَهُ ۥ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِى ٱلۡقُرۡبَىٰ وَٱلۡيَتَـٰمَىٰ وَٱلۡمَسَـٰكِينِ وَٱبۡنِ ٱلسَّبِيلِ إِن كُنتُمۡ ءَامَنتُم بِٱللَّهِ وَمَآ أَنزَلۡنَا عَلَىٰ عَبۡدِنَا يَوۡمَ ٱلۡفُرۡقَانِ يَوۡمَ ٱلۡتَقَى ٱلۡجَمۡعَانِ‌ۗ وَٱللَّهُ عَلَىٰ ڪُلِّ شَىۡءٍ۬ قَدِيرٌ (٤١) إِذۡ أَنتُم بِٱلۡعُدۡوَةِ ٱلدُّنۡيَا وَهُم بِٱلۡعُدۡوَةِ ٱلۡقُصۡوَىٰ وَٱلرَّڪۡبُ أَسۡفَلَ مِنڪُمۡ‌ۚ وَلَوۡ تَوَاعَدتُّمۡ لَٱخۡتَلَفۡتُمۡ فِى ٱلۡمِيعَـٰدِ‌ۙ وَلَـٰكِن لِّيَقۡضِىَ ٱللَّهُ أَمۡرً۬ا ڪَانَ مَفۡعُولاً۬ لِّيَهۡلِكَ مَنۡ هَلَكَ عَنۢ بَيِّنَةٍ۬ وَيَحۡيَىٰ مَنۡ حَىَّ عَنۢ بَيِّنَةٍ۬‌ۗ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَسَمِيعٌ عَلِيمٌ (٤٢)

Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu, menafkahkan harta mereka untuk menghalangi [orang] dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam neraka Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan, (36) supaya Allah memisahkan [golongan] yang buruk dari yang baik dan menjadikan [golongan] yang buruk itu sebagiannya di atas sebagian yang lain, lalu kesemuanya ditumpukkan-Nya, dan dimasukkan-Nya ke dalam neraka Jahannam. Mereka itulah orang-orang yang merugi. (37) Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu: "Jika mereka berhenti [dari kekafirannya], niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu; dan jika mereka kembali lagi sesungguhnya akan berlaku [kepada mereka] sunnah [Allah terhadap] orang-orang dahulu". (38) Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti [dari kekafiran], maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan. (39) Dan jika mereka berpaling, maka ketahuilah bahwasanya Allah Pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong. (40) Ketahuilah, sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka sesungguhnya seperlima untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan ibnusabil, jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami [Muhammad] di hari Furqaan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (41) [Yaitu di hari] ketika kamu berada di pinggir lembah yang dekat dan mereka berada di pinggir lembah yang jauh sedang kafilah itu berada di bawah kamu. Sekiranya kamu mengadakan persetujuan [untuk menentukan hari pertempuran], pastilah kamu tidak sependapat dalam menentukan hari pertempuran itu, akan tetapi [Allah mempertemukan dua pasukan itu] agar Dia melakukan suatu urusan yang mesti dilaksanakan, yaitu agar orang yang binasa itu binasanya dengan keterangan yang nyata dan agar orang yang hidup itu hidupnya dengan keterangan yang nyata [pula]. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, (42)

Berikut adalah penulisan pada bahagian ini

3.7 Siapa Yang Disembah oleh Nasser Mohamed dan Abdul Aziz?

3.7 MEREKA YAKIN ALLAH TERPENGARUH DENGAN TEMPAT, ARAH, SEMPADAN, TEPI, BATAS,  POSISI
Antara Allah dengan tempat, yang mana ada terlebih dahulu? Tentulah Allah, kerana Dia sudah SEDIA ADA sejak azali. Tidak ada sesuatu apa pun yang mendahuluinya. Bahkan tidak ada suatu apapun yang wujud sekaligus dengan wujud Allah, kerana Dia sudah SEDIA ADA.

APA BUKTI PEMFITNAH MENGATAKAN

MEREKA YAKIN ALLAH TERPENGARUH DENGAN TEMPAT, ARAH, SEMPADAN, TEPI, BATAS,  POSISI

APA BUKTI DIA MENGATAKAN DEMIKIAN??
YA ABA JAHL HAA TI BURHAANAKA IN KUNTA MINASH SHOODIQIIN
DATANGKANLAH BUKTIMU WAHAI PEMFITNAH

Tempat?
Tempat, arah, sempadan, tepi, batas dan posisi semuanya wujud kemudian daripada Allah. Semuanya Ddiciptakan, semuanya makhluk. Hal ini kerana semua itu TIDAK SEDIA ADA. Semuanya pada asalnya tidak ada. Selepas diciptakan, barulah semuanya ada. Bahkan Allahlah yang menciptakan semua itu. Diciptakan-Nya semua itu daripada tidak ada kepada ada.

Sebelum adanya tempat dan lain-lain itu, Allah sudah sedia ada. Maksudnya Allah sudah sedia wujud tanpa bertempat, arah, sempadan, tepi, batas dan posisi. Dan kita sedia maklum, yang ALLAH TIDAK PERNAH BERUBAH. Mustahil Dia mengalami sebarang perubahan. Sekiranya Allah mengalami perubahan walaupun satu, maksudnya itu bukan Allah, tetapi makhluk. Allah tidak mungkin terpengaruh dengan perubahan. Apa sahaja yang mengalami perubahan bukanlah Allah, tetapi makhluk. Allah tidak pernah berubah.

Sebagaimana keadaan Allah sebelum Dia menciptakan makhluk, sebegitulah keadaanNya sekarang, dan begitulah keadaanNya selama-lamanya. Dia kebal daripada sebarang perubahan. Jika sebelum menciptakan makhluk Allah tidak terpengaruh dengan tempat, maka selepas Dia menciptakan makhluk pun Dia tetap tidak bertempat. Jika kita katakan bahawa selepas menciptakan makhluk (termasuklah tempat) Dia mengalami perubahan, maka itu bukanlah Allah kerana Zat Allah mustahil berubah.


APA YANG DIA MENGARUT NI CERITA PASAL TEMPAT, 
LALU MEMPERSOALKAN BERUBAH ATAU TIDAK?? 
ADAKAH ENGKAU MENGINGKARI ALLAH KETIKA DIA BERKATA-KATA KEPADA HAMBA-NYA MUSA? 
APA MASALAH ENGKAU SEBENARNYA, BARANGKALI ENGKAU DIKELILINGI JINN. ENGKAU KATA 'ALLAH KEBAL DARI SEBARANG PERUBAHAN', 
KAU INGAT ALLAH TU MACAM KERETA TANK KE? BEBAL. 
ENGKAU SAMA MACAM PEMUKA-PEMUKA QURAISY YANG DIKUTUK ALLAH KERANA MENGHALANG-HALANGI MANUSIA DARI JALAN-NYA. KENAPA KAU NAK BANDINGKAN DZAT YANG MENGADAKAN DENGAN YANG DIADAKAN-NYA?? AL-KHAALIQ YANG MAHA MENCIPTAKAN ADALAH WUJUD MUTLAQ, WUJUD YANG SEBENAR-BENAR WUJUD, SEDANG AL-MAKHLUQ ADALAH WUJUD NISBI, WUJUD YANG DIWUJUDKAN.

Apakah Allah 'telah berubah' atau 'terpengaruh' dalam kisah yang diceritakan oleh Abdul Aziz ini? Bukankah seluruh semesta alam berada di bawah kendali Yang Maha Kuasa lagi Maha Mengetahui? 

BIARLAH ALLAH YANG MENYATAKAN DIRINYA DENGAN KALAM-NYA. BUKAN BERPEGANG PADA KATA-KATA PENGARANG KITAB TAUHID SEMATA-MATA KELAK ENGKAU BINASA. FAHAMI ALLAH SEPERTIMANA DIA INGIN DIRI-NYA DIFAHAMI OLEH MAKHLUK-MAKHLUK-NYA, DENGAN MEMBACA DAN MENTADABBURI KALAM-NYA. BIAR ALLAH YANG MENYATAKAN DIRINYA SENDIRI. 

Kebanyakan kaum muslimin tergelincir dari jalan yang lurus kerana kefahaman mereka -kecuali yang dirahmati Allah- kebanyakkannya datang dari hadits-hadits yang pada hakikatnya bukan ucapan Nabi SAW, jelas nyata ianya bertentangan dengan Muhkam Al-Qur'an, namun malangnya mereka menyangka bahawa hadits-hadits batil itu adalah takwil bagi ayat-ayat Mutasyabihat, menyebabkan mereka tergelincir dari Jalan Yang Lurus,  kecuali orang-orang yang dirahmati Allah. 


Sila baca keterangan ini, ada yang telah diterjemahkan namun masih banyak yang belum
di bawah judul

[ نفي شفاعة العبيد للعبيد بين يدي الرب المعبود]


Kemudian perhatikan bagaimana Allah SWT menyatakan Diri-Nya
dalam kitab-Nya yang terpelihara melalui ayat-ayatnya agar hamba-hambanya memikirkan
itulah peringatan dan pelajaran bagi Ulul Albaab


FIRMAN ALLAH SWT,

أعوذ بالله من الشيطان الرجيم
إِنَّ رَبَّكُمُ ٱللَّهُ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضَ فِى سِتَّةِ أَيَّامٍ۬ ثُمَّ ٱسۡتَوَىٰ عَلَى ٱلۡعَرۡشِ يُغۡشِى ٱلَّيۡلَ ٱلنَّہَارَ يَطۡلُبُهُ ۥ حَثِيثً۬ا وَٱلشَّمۡسَ وَٱلۡقَمَرَ وَٱلنُّجُومَ مُسَخَّرَٲتِۭ بِأَمۡرِهِۦۤ‌ۗ أَلَا لَهُ ٱلۡخَلۡقُ وَٱلۡأَمۡرُ‌ۗ تَبَارَكَ ٱللَّهُ رَبُّ ٱلۡعَـٰلَمِينَ (٥٤) ٱدۡعُواْ رَبَّكُمۡ تَضَرُّعً۬ا وَخُفۡيَةً‌ۚ إِنَّهُ ۥ لَا يُحِبُّ ٱلۡمُعۡتَدِينَ (٥٥)

Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, lalu Dia bersemayam di atas ’Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan [diciptakan-Nya pula] matahari, bulan dan bintang-bintang [masing-masing] tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam. (54)Berdo’alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. (55)


 FIRMAN ALLAH SWT,

هُوَ ٱلَّذِى خَلَقَ لَكُم مَّا فِى ٱلۡأَرۡضِ جَمِيعً۬ا ثُمَّ ٱسۡتَوَىٰٓ إِلَى ٱلسَّمَآءِ فَسَوَّٮٰهُنَّ سَبۡعَ سَمَـٰوَٲتٍ۬‌ۚ وَهُوَ بِكُلِّ شَىۡءٍ عَلِيمٌ۬ (٢٩)
Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak menuju langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. (29)

FIRMAN ALLAH SWT,

 إِنَّ رَبَّكُمُ ٱللَّهُ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضَ فِى سِتَّةِ أَيَّامٍ۬ ثُمَّ ٱسۡتَوَىٰ عَلَى ٱلۡعَرۡشِ‌ۖ يُدَبِّرُ ٱلۡأَمۡرَ‌ۖ مَا مِن شَفِيعٍ إِلَّا مِنۢ بَعۡدِ إِذۡنِهِۦ‌ۚ ذَٲلِڪُمُ ٱللَّهُ رَبُّڪُمۡ فَٱعۡبُدُوهُ‌ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ (٣)

Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, kemudian Dia bersemayam di atas ’Arsy untuk mengatur segala urusan. Tiada seorangpun yang akan memberi syafa’at kecuali sesudah ada izin-Nya. [Dzat] yang demikian itulah Allah, Tuhan kamu, maka sembahlah Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran? (3)

Kesimpulannya, Allah tidak pernah terpengaruh dengan tempat, arah, sempadan, tepi, batas dan posisi. Jika ada orang menyembah sesuatu yang bertempat, berarah, bersempadan, bertepi, berbatas dan berposisi, tidak syak lagi yang orang itu sebenarnya sedang menyembah makhluk, bukannya menyembah Allah. Apabila dia menyembah makhluk, rosaklah aqidahnya.

SIAPA PULA YANG MENYEMBAH MAKHLUK?? TUHAN KAMI ADALAH ALLAH, DZAT YANG TIDAK TERPENGARUH OLEH SESUATU NAMUN DIA-LAH YANG MEMBERI PENGARUH PADA SEGALA SESUATU, KERANA DIA YANG MEMELIHARA SEGALA SESUATU, LAGI MAHA KUASA ATAS TIAP-TIAP SESUATU, DARI-NYA-LAH SEGALA SESUATU MENDAPATKAN KEHIDUPANNYA, DAN KEPADANYA-LAH SEGALA SESUATU AKAN DIKEMBALIKAN

Mari kita lihat betul-betul siapa yang disembah, yang dinobat sebagai Tuhan, yang menjadi Ilah kepada Nasser Mohamed, Abdul Aziz dan para pendukung mereka.

Daripada tulisan-tulisan sebelum ini, kita sedia faham yang ada SESUATU masuk ke dalam diri Abdul Aziz hinggakan dia berasa sakit, dan benda itu berkata-kata di dalam dirinya. Kita petik tulisan berkaitan :
“Kemudian ibunya (ibu kepada Abdul Aziz) bertanya kepadanya (Abdul Aziz) : “Kenapa kamu nak (anak)? Ada apa denganmu?” Dia menjawab : “Ada SESUATU YANG MASUK DALAM DADAKU dengan melafazkan : “Alqiyamah, Alqiyamah.”

Kemudian SESUATU yang masuk ke dalam badannya itu berkata :
“Kamu adalah CUCU (keturunan) NABI IBRAHIM yang membangun Ka’abah. Dia (Nabi Ibrahim) membangun Ka’abah ini UNTUKMU.”

Hebat! Abdul Aziz tiba-tiba menjadi cucu Nabi Ibrahim. Lebih hebat lagi, Nabi Ibrahim membina Ka’abah itu adalah untuk Abdul Aziz! Dalam Quran, adakah kisah yang mengatakan Nabi Ibrahim membina Ka’abah itu untuk Abdul Aziz yang akan datang pada akhir zaman nanti?

Kemudian Abdul Aziz dinampakkan satu makhluk besar bersayap yang memukul air laut yang diyakininya sebagai Malaikat Jibril. Terjadi lagi dialog antara Abdul Aziz dengan SESUATU yang masuk ke dalam dirinya:

“Jika (yang bersayap) itu adalah Jibril, maka siapakah engkau (yang sedang berada dalam diriku ini)?” Di sinilah SESUATU yang memasuki dirinya menjawab : “AKULAH ALLAH YANG MAHA SUCI DAN AGUNG, TUHANMU DAN TUHAN SEMESTA ALAM.”

Allahu Akbar! Apabila SESUATU itu BERTEMPAT dalam diri Abdul Aziz dan berkata-kata dari ARAH dalam dirinya, maka tidak ada dolak-dalik lagi SESUATU itu memang dipengaruhi oleh tempat, arah, sempadan, tepi, batas dan posisi. Maka SESUATU yang dipercayainya sebagai Allah itu jelas-jelas bukan Allah, tetapi MAKHLUK YANG SEDANG MENGAKU SEBAGAI ALLAH!

Abdul Aziz, Naser Mohamed dan seluruh pengikut mereka percaya sepenuh hati memang itu Allah. Maksudnya….. mereka tidak menyembah Allah tetapi makhluk, yang mereka sangkakan makhluk itu Allah. Tuhan mereka bukan Allah tetapi makhluk. Ilah mereka bukan Allah tetapi makhluk. Hal ini kerana Allah tidak terpengaruh dengan tempat, arah, sempadan, tepi, batas dan posisi. Tapi SESUATU dalam tubuh Abdul Aziz itu dipengaruhi oleh tempat, arah, sempadan, tepi, batas dan posisi.

Layakkah mereka yang berIlahkan/berTuhankan SESUATU yang bertaraf makhluk itu menjadi Al-Mahdi, Pemuda Bani Tamim, imam kepada Nabi Isa, pemegang panji-panji hitam dari Timur, penyelamat umat dan agama Islam…….?

PERENGGAN-PERENGGAN INI TIDAK PERLU DIKOMENTARI, PENULIS TELAH MENERANGKAN PADA BAHAGIAN-BAHAGIAN LALU DAN PEMBACA DARI KALANGAN ULUL ALBAAB TELAH MENGETAHUI PASTI BAHAWA PEMFITNAH INI TERPUTUS, BERDOSA KERANA MENGATAKAN SESUATU TANPA MEMBACA KETERANGAN-KETERANGAN, DIA SYOK MENUDUH ORANG LAIN SESAT, PADAHAL DIRINYA TELAH MENULIS DENGAN TANGANNYA FITNAH INI. BIAR ALLAH YANG TENTUKAN, 

ALLAH-LAH SEBAIK-BAIK YANG MEMBERI BALASAN.

Orang-orang yang terpengaruh dengan ajaran Nasser dan Abdul Aziz sebenarnya mengikut secara bertaqlid buta. Mereka sendiri tidak tahu apa yang sedang mereka anut.

“Dan  kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan sahaja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak mengandungi sedikit pun kebenaran.” (Yunus : 36)

“Mereka tidak mempunyai pengetahuan sedikit pun tentang itu, mereka tidak lain hanyalah mengagak-agak belaka.” Az-Zukhruf : 40)

Abdul Aziz baru bermimpi melihat (sesuatu yang disangkakannya) Jibril memukul air laut, sudah berasa dirinya Pemuda Bani Tamim. Padahal ada satu ajaran sesat di Malaysia yang guru dan para pengikut kanannya boleh mengundang dan berdialog dengan (sesuatu yang mereka dakwa sebagai) Jibril dalam bentuk asalnya lebih kurang sama seperti yang dilihat oleh Abdul Aziz, secara jaga, bukan secara mimpi.

BAHKAN ENGKAULAH YANG TAQLID BUTA WAHAI AMSYARI, SERBANMU LEBIH PANJANG DARI AKALMU. 
ENGKAU MUSUHKU SELAGIMANA ENGKAU TERUS-MENERUS MENGHINA DAN MENGADA-ADAKAN KEBOHONGAN TERHADAP ALLAH DAN MEMPERLEKEHKAN HAMBA-HAMBA PILIHAN-NYA, ABDUL AZIZ AL-MAKKI (PENERIMA PESAN DARI KALANGAN CUCU CICIT NABI ALLAH IBRAHIM)  DAN AL-IMAM NASER MOHAMMED AL-YAMANI (AL-MAHDI AL-MUNTAZHAR PEMIMPIN AKHIR ZAMAN), HANYA KERANA MEREKA INI BAGIMU TIDAK SESUAI UNTUK JADI PILIHAN ALLAH. 

ALLAH YANG MEMILIH KHALIFAHNYA ATAU ENGKAU?!

AYAT-AYAT TERJEMAHAN YANG DINYATAKAN DI ATAS ADALAH UNTUKMU KERANA ENGKAULAH SEBENARNYA YANG MENGIKUTI PERSANGKAAN.


TUNJUKKAN MAHDIMU JIKA ENGKAU BENAR, ATAU DATANGKAN HASIL DEBATMU DENGAN NASER MOHAMMED ATAU ABDUL AZIZ DENGAN BAHASA RASULULLAH SAW, JIKA BENAR ENGKAU PENGIKUT SEJATI BAGINDA, ADAPUN JIKA TIADA DAYA, MAKA ADALAH LEBIH BAIK ENGKAU DIAM, DENGAR DAN TAAT. 

ENGKAU DAN AHLI SUNNAH WAL JAMA'AH YANG ENGKAU AKUI ITU, KEBANYAKAN MEREKA HANYA MENGAKU SAHAJA AHLI SUNNAH DENGAN AKIDAH YANG TERSHAHIH, NAMUN HAKIKATNYA MEREKA  MENJALANKAN DEMOKRASI DAN HANYA MENERIMA APA YANG MEREKA DAPATKAN DARI BAPAK-BAPAK MEREKA DAN GURU-GURU MEREKA, JIKA BENAR AHLI SUNNAH, PASTI BERSEGERA MENYAMBUT SERUAN KEMBALI BERHUKUM DENGAN AL-QUR'AN DAN AL-HADITS YANG HAQ, BUKAN MEMBIARKAN BANGSA YANG MEMUSUHI ISLAM BERBUAT APA SAHAJA DI NEGARA INI, TURUT ANDIL CAMPURTANGAN DALAM MENENTUKAN PERUNDANGAN NEGARA, BUKANKAH SEPATUTNYA NEGARA ISLAM MEMPUNYAI PIAGAM, PERLEMBAGAAN, DASAR-DASAR NEGARA DAN UNDANG-UNDANG YANG KHAS, YANG LAHIR DARI AL-QUR'AN DAN AL-HADITS YANG HAQ?!


MALANGNYA KEBANYAKAN MEREKA BERPEGANG TEGUH PADA HADITS-HADITS DUSTA, MENGABAIKAN MUHKAM KITABULLAH, MENYEBABKAN MEREKA JATUH SYIRIK DAN JAUH DARI ALLAH, LALU BUTA DAN HATI TERKUNCI RAPAT,
KECUALI ORANG-ORANG YANG DIRAHMATI ALLAH SWT. 


KAMI BERLINDUNG KEPADA ALLAH DARI KEJAHATAN HAWA NAFSU KAMI DAN DARI API NERAKA. 

SIAPA LAGIKAH YANG DAPAT MENYELAMATKAN ABU ZULFIQAR SEKIRANYA DZAT YANG MAHA MENYELAMATKAN, YANG MENYAMPAIKAN PESAN PADA HAMBA PILIHAN-NYA INI TELAH PUN DIDUSTAKANNYA??

KEMUDIAN MENGHINA DAN MEREMEHKAN IMAM PILIHAN SERTA PARA PENGIKUTNYA, PADAHAL MEREKA SEMUA MELAKSANAKAN PERINTAH ALLAH DAN MENGAJAK MANUSIA KEMBALI BERPEGANG TEGUH KITABULLAH DAN HADITS HAQ RASULULLAH.


ADAKAH TUHAN SELAIN ALLAH?! 

MAKA TUNGGULAH  KEPUTUSAN ALLAH 
KERANA KAMI JUGA MENUNGGU!!



  

سلام على المرسلين والحمد لله رب العالمين




sebelumnya                                                          seterusnya







Tiada ulasan:

Catat Ulasan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Wahai kaumku yang dirahmati Allah SWT,
tiadalah seseorang menulis melainkan di sisinya ada malaikat pencatat yang setia..
Maka tulislah demi keredhaan Tuhanmu, demi kebenaran sejati yang dititipkanNya padamu untuk dinyatakan...